AGROWISATA KEBUN JERUK “UNTUNG” Masuk kebun Petik sendiri, makan sepuasnya

0
183
views

Wira Jaya, Mesuji. Tak banyak yang tahu, Kabupaten Mesuji Lampung terdapat agrowisata petik jeruk . Lokasinya di desa Wira Jaya Kecamatan Tanjung Raya. Lokasi tidak sulit dicari, dari Polsek Tanjung Raya arah ke desa Wira Jaya sekitar 5 kilometer terletak di pinggiran desa.

Pemilik kebun adalah Bapak Untung, ia mengatakan kebun miliknya sudah dirintis sejak tahun 2013 yang lalu yang kala itu membuka areal lahan rawa dangkal seluas 2,5 Ha ditanam bibit jeruk Varietas Chokun dengan populasi 1200 batang.

Pak Untung menyampaikan saat tanaman jeruknya mulai berbuah ia mulai memikirkan cara pemasarannya yang diinginkan berbeda dari biasanya. Pada umumnya buah jeruk di tunggu masak serentak baru di panen hal ini bisa merusak atau menurunkan kondisi kesehatan tanaman.
Lalu muncul ide membuat cara pemasaran buah jeruknya dengan membuat kebunjeruknya sebgai tempat Agrowisata.
Agar menarik pengunjung , ia mempunyai ide untuk pemasarannya secara berangsur dengan cara menyenggarakan pembeli masuk kebun , memetik sendiri dan makan sepuasnya. Bila buah jeruk hasil petikannya akan dibawa pulang maka buah jeruk hasil petikan di timbang dan di harga Rp 15.000,- per kg nya. Pembeli lain bisa dari pedagang eceran keliling yang caranya juga sama mereka yang memetik sendiri buah jeruk sesuai dengan kebutuhan , ukuran maupun tingkat kematangannya.

Ujar pengunjung, membeli buah jeruk langsung dengan cara memetik buah langsung dari pohonnya rasanya lebih nikmat dari pada makannya.Ide tersebut muncul karena di daerah ini belum ada pengelolaan agrowisata buah jeruk.
Pembukaan agrowisata kebun jeruk ini dimulai setahun yang lalu yaitu tepatnya bulan desamber tahun 2017 hingga saat ini , tetapi pada bulan september – oktober ini kebun masih ditutup untuk umum karena kondisi buah sebagian besar buah jeruknya belum tua dan masih memerlukan perawatan ekstra terutama perlakuan pengairan karen kondisi bulan tersebut waktu musim kemarau, tetapi pada pertengahan bulan nopember 2018 mulai dibuka. Jumlah rata-rata pengunjung pada bulan agustus lalu setiap harinya sekitar 20 – 25 orang, dan kalau di hitung produksi yang dihasilkan dari kebunnya selama ini dari bulan nopember 2017 sudah mencapai 45 ton.

Beliau menyadari kondisi kubunnya sebagai tempat agrowisata masih sangat minim fasilitas pendukungnya. (oleh: Ibnu Eko S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here