BPP MESUJI MENYELENGGARAKAN PELATIHAN MENDUKUNG KAWASAN BAWANG MERAH

0
12
views

Bawang Merah merupakan salah satu jenis sayuran yang digunakan sebagai bahan/bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga biasa dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industri makanan yang saat ini berkembang dengan pesat. Produksi bawang merah sampai saat ini belum optimal dan masih tercermin dalam keragaman cara budidaya tempat bawang merah diusahakan. Petani bawang merah sering menghadapi biaya produksi yang tinggi dan terancam mengalami kegagalan panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Petani masih kurang memiliki pengetahuan mengenai praktis pertanian yang baik (Good Agriculture Practice) dan praktis penggunaan pestisida yang baik (Good Pesticide Practice) untuk menghadapi penyakit dan hama. Aplikasi pestisida yang tidak rasional merupakan ciri khas dari produksi bawang merah di Indonesia. Selain mengakibatkan biaya produksi yang tinggi dan keuntungan yang sedikit, efek dari pengaplikasian pestisida yang tidak rasional dapat merugikan kesehatan pengguna dan konsumen serta merusak ekosistem lingkungan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mesuji bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hari ini (05/10) menyelenggarakan Pelatihan Petani Bawang Merah di Aula BPP Mesuji Desa Sido Mulyo Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji.

Pengendalian Hama Terpadu adalah suatu konsepsi atau cara berpikir mengenai pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dengan pendekatan ekologi yang bersifat multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suatu koordinasi pengelolaan. Budidaya Tanaman yang sehat dan kuat menjadi bagian penting dalam program pengendalian hama dan penyakit. Tanaman yang sehat akan mampu bertahan terhadap pengendalian hama dan penyakit, serta lebih cepat mengatasi kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tersebut. Oleh karena itu, setiap usaha dalam budidaya tanaman, seperti pemilihan varietas, penyemaian, pemeliharaan tanaman sampai penanganan hasil panen perlu diperhatikan agar diperoleh pertanaman yang sehat, kuat dan produktif, serta hasil panen yang tinggi. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu harus disesuaikan dengan keadaan ekosistem setempat, sehingga Pengendalian Hama Terpadu hendaknya dikembangkan oleh petani sendiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang budidaya bawang merah, serta  petani dapat mengidentifikasi masalah Organisme Pengganggu Tanaman bawang merah dan mengetahui cara pengendaliannya dengan menggunakan formula yang ramah lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here