Cara Pemanenan Buah Semangka Citrullus lanatus

0
1
views
Pemanenan Semangka di Desa Jaya Sakti

Semangka (Citrullus lanatus) termasuk buah merambat yang digemari masyarakat Indonesia karena rasanya manis, renyah, dan menyegarkan, serta mengandung manfaatnya bagi kesehatan. Selain itu harganya terjangkau dan mudah ditemukan, baik di pasar modern maupun tradisional. Di samping itu semangka merupakan buah yang banyak dibeli untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan toko buah.

Cara panen dan penanganan pascapanen yang baik dan benar harus dilakukan untuk mempertahankan kualitas buah semangka sesuai dengan permintaan konsumen. Penanganan panen dan pascapanen dipandang perlu mengingat fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaku usaha belum maksimal melakukan hal tersebut. Persoalan kembali pada sulitnya mengubah mindset petani agar mau melakukan penanganan pascapanen dengan baik.

Buah semangka yang tampilan visualnya tidak menarik atau rusak akan menurunkan harga bahkan tidak laku dijual sama sekali. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan dan menerapkan cara panen buah semangka dengan baik. Panen buah semangka harus memperhatikan waktu dan cara pemetikan. Buah dipetik harus sudah waktunya panen, jangan terlalu muda dan jangan terlalu tua. Selain itu perlu mempertimbangkan pula permintaan pasar, tujuan penggunaan semangka (dikonsumsi segar atau dibuat olahan), masa simpan yang diinginkan, waktu dan jarak tempuh transportasi serta strategi pemasaran yang digunakan.

Beberapa hal berikut yang perlu diperhatikan dalam pemanenan buah semangka :

  1. Umur Panen

Panen semangka dapat dilakukan pada umur tanaman 70-100 hari setelah tanam tergantung varietas. Buah semangka harus dipanen setelah mencapai tingkat kematangan yang tepat sesuai dengan kriteria ciri varietas dan lingkungan tumbuhnya. Kadar gula minimum 8% atau sesuai permintaan pasar.

Ciri buah yang siap dipanen:

  1. Kulit buah yang terkena tanah berubah menjadi kuning.
  2. Sulur dekat tangkai buah menjadi coklat tua atau kering.
  3. Permukaan kulit menjadi agak kasar.
  4. Suara buah bila diketuk dengan jari akan bersuara agak berat.
  5. Umur buah sekitar 27—30 hari setelah penyerbukan (sesuai varietas).
  1. Waktu Panen

Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah titik embun hilang sekitar pukul 08.00-10.00 WIB atau sore hari pukul 16.00-17.00 WIB dalam cuaca tidak hujan. Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya cendawan penyebab penyakit yang akan merusak buah semangka pada saat diangkut atau disimpan.

  1. Cara Pemanenan

Pekerja yang akan melakukan pemanenan menggunakan sarung tangan kain dan gunting. Sarung tangan bermanfaat untuk melindungi tangan pekerja dan mencegah kerusakan mekanis pada buah akibat tergores kuku. Pekerja memilih buah yang sudah memenuhi kriteria panen. Kemudian memotong tangkai buah sekitar 3-5 cm dari pangkal buah. Semangka yang telah dipotong kemudian dimasukkan dalam keranjang. Semangka dapat dipanen serempak jika memenuhi kriteria tingkat ketuaan yang diharapkan. Namun jika tidak, panen dapat dilakukan 2 tahap. Tahap pertama memanen semangka yang sudah masak fisiologis, dan tahap selanjutnya memanen sekaligus selang beberapa hari kemudian.(Zdn)

(Sumber : Direktorat  Budidaya dan Pascapanen Buah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here