Cara Praktis Membuat Pakan Lele Mengapung Dari Ampas Tahu

10
8737
views

Dalam budidaya lele secara intensif seringkali penggunaan pakan pellet menjadi makanan utama sehingga tidak heran jika sampai 100% makanannya adalah pellet. Tetapi pellet memiliki harga yang sangat tinggi, menjadikan biaya yang dikeluarkan akan sangat banyak. Biaya yang cukup tinggi akan berdampak pada keuntungan pemilik budidaya.

Bahan baku lokal yang disekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber dalam pembuatan pakan, diantaranya jagung, dedak padi, ampas tahu, bungkil kedelai dan dedaunan. Yang terpenting bahan tersebut mengandung protein, bernutrisi tinggi, mudah diolah dan dihaluskan, tidak mengandung racun serta mudah diperoleh.

Pada kesempatan ini, penulis akan sharing tentang cara praktis membuat pakan lele mengapung dari ampas tahu. Tulisan ini diambil dari percobaan dilapangan dan sedang diujicobakan pada ikan lele.

Berikut bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan:

  1. Ampas Tahu sebanyak 5 kg
  2. Dedak 5 Kg
  3. Molases 1 Lt
  4. EM-4 Perikanan 200 ml
  5. Sampah Kepala Ikan Asin 1,5 kg
  6. Ragi Tempe 2 Sendok Makan

Cara pembuatan:

  1. Sebelumnya siapkan wadah ember atau baskom, masukkan molasses dan EM-4 dan biarkan selama 2 jam, lebih bagus kalau ditambah dengan aerasi
  2. Ampas tahu yang diperoleh dari pengrajin tahu di press menggunakan balok kayu untuk mengurangi kandungan kadar air ampas tahu.
  3. Campurkan ampas tahu dengan dedak dengan cara mengaduknya hingga tercampur secara merata
  4. Sampah kepala ikan asin, sebaiknya di rendam terlebih dahulu dengan air garam (garamnya sekitar 1 sendok makan) dengan tujuan mengurangi kadar garam.
  5. Siapkan blender, dan sampah kepala ikan asin di blender dengan penambahan sedikit air hingga halus dan kemudian di masukkan ke dalam adonan yang telah dibuat sebelumnya.
  6. Tambahkan larutan EM-4 yang telah di campurkan molasses. Aduk hingga adonan benar-benar tercampur.
  7. Terakhir tambahkan ragi tempe, taburkan secara merata dan diaduk kembali hingga tercampur secara merata.
  8. Dalam pembuatan yang perlu diperhatikan adalah bahan adonan dijaga agar jangan sampai terlalu basah.
  9. Kemudian difermentasi selama 7–10 hari di dalam ember atau plastic yang diberi slang dengan ujungnya diberi botol aqua yang berisi air.
  10. Setelah bahan pakan terfermentasi, bahan pakan dikeluarkan dan digelar di karung setipis mungkin dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dan pelepasan gas hasil fermentasi. Biarkan selama 1 hari.
  11. Kemudian keesokan harinya baru kita laksanakan pencetakan menggunakan alat sederhana atau mesin.
  12. Hasil pakan yang dicetak dimasukkan dalam wadah yang disiapkan untuk dijemur. 2—3 hari pakan telah kering dan siap untuk diberikan pada ikan atau disimpan.
  13. Berdasarkan hasil percobaan, aroma atau bau pakan masih kurang bila dibandingkan dengan aroma pakan pabrikan. Rekomendasi saya, kita bisa mencoba menambahkan terasi udang untuk menambah aroma pakan yang kita buat.

          Penulis: Muaddin, THL TBPP Desa Fajar Baru.

10 KOMENTAR

  1. assalamu’alaikum wr wb ….
    salam sejahtera bagi yg beragama selain islam …
    sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas ilmu dan informasi prihal pembuatan pakan/pelet apung untuk budidaya lelenya kepada dinas pertanian kabupaten mesuji, prop lampung ….
    berkaitan tentang hal itu, ada beberapa pertanyaan yg sebenarnya akan lebih baik lg jika dapat berkonsultasi serta belajar langsung kepada penulis artikel dan pelaksana ujicoba pakan/pelet apung untuk budidaya lelenya, oleh karena itulah saya akan berterimakasih sekali jika saya diperkenankan mendapatkan nomor kontak pribadi atau nomor kontak kantor dinas berkaitan dengan artikel ini.
    salah satu pertanyaannya adalah “apakah sudah berhasil ujicobanya ini ?”
    mohon agar terdapat informasi yg aktual tentang ini, sehingga saya hanya dapat ucapkan ribuan terima kasih atas ilmu dan informasinya tersebut.
    wassalam ‘alaikum wr. wb.
    salam hormat saya,

  2. waalaikumsalam wr. wb. apa yang kami sampaikan adalah artikel atau berita yang aktual. masalah pembuatan pakan ikan lele yg di tulis oleh saudara muaddin itu benar adanya. tapi, bpk jgn berasumsi pakan terapung yg dibuat manual lamanya terapung sperti pakan pabrikan. tks

  3. Dari bahan bahan di atas apakah vitamin nya sudah cukup untuk bisa lebih baik dan setara dengan pakan pabrikan setidaknya nya cukup saja untuk vitamin yang di butuhkan ikan lele,apakah perlu kita menggunakan vitamin b12 complec atau dari dan yg terakhir dari yg saya baca mengenai aroma tidak sebaiknya menggunakan minyak ikan atau minya nabati contonya minyak sayur

  4. Maaf mau nanya utk takaran ragi tempe 10 sendok gmn ya? Berapa buah ragi tempe yg di masukan?
    Lalu kalau uyk pentakanya manual dengan apa ya bagus ny. Dan pencapuran terasi udang stelah permentasikah atau sebelum permentasi dicamputnya.mkasih

    • tks atas kunjungannya,. ragi di artikel yang kami gunakan cukup 2 sendok makan.. kalau utk pencetaknya bisa mengunakan penggiling daging dan untuk tersasinya dimasukkan atau dicampurkan sebelum difermentasi. tks

  5. assalaamu alaikum, saya sudah mencoba membuat pakan sesuai petunjuk,namun hasilnya tidak mengapung,mohon solusinya,terima kasih banyak.

    • waalaikumsalam wr wb. tks atas kunjungannya.. pakan tidak mengapung bisa dikarenakan bahan2 yg digunakan masih terlalu berat massa jenisnya dibandingkan massa jenis air. ampas tahu yang digunakan dipres terlebih dahulu dan proses fermentasi harus berjalan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here