DEMONSTRASI CARA PEMBIAKAN Paenibacillus polymixa DI SL IPDMIP.

0
142
views

Rawajitu Utara, 25 Maret 2020. Sekolah Lapangan Integrated Participatory Development and Management  of  Irrigation Program (IPDMIP) melaksanakan Demonstrasi Cara pembiakan agen pengendali hayati Paenibacillus polymixa.

Penggunaan agen pengendali hayati dalam mengendalikan OPT semakin berkembang, karena cara ini lebih unggul dibanding pengendalian berbasis pestisida kimia. Corynebacterium, atau bakteri Coryn adalah agen hayati paenibacillus polymixa. Corynebacterium dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit kresek /HDB (Hawar Daun Bakteri) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Paenibacillus polymyxa merupakan bakteri non patogen yang menguntungkan dibidang kesehatan dan lingkungan. Bakteri ini penghasil antibiotik polimiksin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Di bidang pertanian, Paenibacillus polymyxa dapat ditemukan di tanah dan tanaman.

Dengan narasumber Penyuluh Pemandu SL dan  Petugas Pengendali  Organisme Pengganggu Tumbuhan, petani dihimbau untuk tidak ragu – ragu dalam menggunakan Paenibacillus polymyxa sebagai agens pengendali hayati. Cara kerja dari bakteri antagonis corynebacterium/Paenibacillus polymixa adalah bersaing hidup dengan bacterial leap blight/Leap Streak/blas makin banyak Paenibacillus polymixa yang hidup, akan mengalahkan perkembangbiakan bacterial leap blight / Leap Streak/blas dan bacterial leap blight/ Leap Streak/blas terhambat perkembangan hidupnya, sehingga tanaman padi selamat dari infeksi bakteri tersebut dan penyebaran penyakit dapat ditekan.

Berikut cara pembiakan corynebacterium/paeni bacillus polymixa :

Bahan-bahan (Ekstrak kentang gula/ EKG) ;

  1. Kentang 3 kg
  2. Gula pasir 100 gr
  3. Air bersih 7 ltr
  4. Isolate murni corynebacterium/paeni bacillus polymixa

Alat-alat (Fermentor) :

  1. Larutan PK (KMnO4)
  2. Kertas Tissue (filter)
  3. Aerator
  4. Jerigen
  5. Selang plastik

Cara Membuat :

  1. Kentang dikupas, potong dadu ukuran 1 cm, cuci bersih sampai lendir hilang, rebus dalam air mendidih;
  2. Pisahkan kentang dengan air, masukan gula pasir dalam air rebusan, rebus selama 20 menit, biarkan dingin, tutup panci jangan dibuka;
  3. Setelah dingin masukkan larutan EKG dan isolat murni Coryne Bacterium ke dalam jerigen, hidupkan aerator selama 15 hari.

Coryne Bacterium sudah dapat digunakan sebanyak 5 ml larutan Coryne Bacterium untuk setiap satu liter air.

Dengan demontrasi cara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan sekaligus mengubah mindset petani untuk lebih bijak menggunakan pestisida kimiawi serta beralih ke pestisida hayati yang lebih murah, aman dan terbukti efektif dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here