KWT Desa Adi Luhur Kembangkan Krupuk “Klatak”

0
46
views
Krupuk Klatak KWT Adi Luhur

Secara umum Kecamatan Panca Jaya merupakan daerah yang didominasi oleh sektor perkebunan terutama komoditas tanaman karet. Namun akhir-akhir ini, harga karet sedang tidak bersahabat bagi petani/pekebun. Rata-rata harga karet ditingkat petani berkisar Rp. 5.000—Rp. 6.500 per kg. sedangkan, harga kebutuhan pokok masyarakat terus meningkat. Keadaan Inilah yang mendorong bagi-bagi ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk berkreativitas dan berinovasi menghasilkan sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga. Kreasi ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Desa Adi Luhur yakni menghasilkan produk olahan berupa krupuk dengan bahan dasar dari buah karet atau klatakdalam bahasa jawa.

Kepala BP4K Mesuji dan Pengurus KWT Adi Luhur
Kepala BP4K Mesuji dan Pengurus KWT Adi Luhur

Kunjungan kerja di KWT desa Adi Luhur hari rabu (29-04-2015) dihadiri langsung drh. Sri Purwanti Kepala BP4K Kabupaten Mesuji, Sekretaris BP4K, Kabid, Pimpinan BP3K Panca Jaya dan PPL serta pengurus KWT se-Desa Adi Luhur. drh. Sri Purwanti menyambut antusias kreasi ibu-ibu KWT, dan berharap agar-agar ide-ide kreatif seperti ini terus ada dan dikembangkan. Karena dengan potensi desa Adi Luhur yang sebagian besar adalah sektor perkebunan karet, artinya untuk bahan baku pembuatan krupuk tersedia selalu. Lebih lanjut, kepala badan berharap pengembangan krupuk klatak dapat menjadi “icon” dan komoditi unggulan dari panca jaya.

Dalam sesi diskusi, ibu suprihatin selaku pengurus KWT “Melati” mengucapkan terima kasih dan mengharapkan agar kegiatan-kegiatan KWT mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. “mohon kami untuk terus dibimbing, agar kami dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kami bu”, ungkap ibu suprihatin. Disela-sela acara tersebut diadakan demontrasi pembuatan krupuk klatak tersebut, dan bisa langsung mencicipi krupuk hasil olahan dari ibu-ibu KWT.

Penyampaian Materi Di KWT Adi Luhur
Penyampaian Materi Di KWT Adi Luhur

Lebih lanjut, Ibnu Sarjuni sekretaris BP4K menyampaikan agar pengurus KWT dapat menghitung berapa biaya produksi untuk pembuatan krupuk tersebut dan memerhatikan masalah pengemasan, karena akan sangat mempengaruhi dengan masalah pemasaran produk tersebut.

(contr: Muaddin)