Manfaat Kecipir

0
9
views

Kecipir merupakan tanaman semusim tetapi umumnya dibiarkan menjadi tahunan dengan cara dipangkas. Tanaman ini mampu tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi dan dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan yang kering.  Budidaya kecipir umumnya dilakukan secara tradisional pada areal yang sempit. Masyarakat menanam kecipir sebagai tanaman pekarangan yang dibiarkan merambat pada pagar atau tanaman kayu lain.

Adapun petani yang menanam kecipir secara semi intensif, biasanya menggunakan bantuan turus bambuatau teralis bambu sebagai tempat merambat batang kecipir. Perbanyakan kecipir menggunakan biji. Karena kulit bijinya sangat keras, maka sebelum ditanam biasanya biji direndam dalam air hangat lalu kulitnya dipotong sedikit untuk memudahkan air meresap ke dalam biji. Lubang tanam dibuat dengan jarak 20 cm dalam ba risan dan diberi pupuk kandang 2 kg/lubang tanam, kemudian pada tiap lubang ditanam 2 biji.

Pemeliharaan tanaman kecipir relatif mudah apalagi tidak terlalu banyak hama dan penyakit yang menyerang. Polong kecipir muda dapat dipanen setelah tanaman berumur 3 sampai 4 bulan. Keterlambatan panen dapat menyebabkan serat polong keras dan tidak layak untuk konsumsi. Panen biji tua dilakukan sekitar umur tanaman 4 bulan, yaitu setelah polong berwarna kecoklatan.

Manfaat  dari kecipir ialah sebagai sumber vitamin A,mengandung mineral penting  seperti  kalsium,  zink,  sodium,  potasium, magnesium, fosfor, dan besi serta menyuburkan tanah karena kemampuannya mengikat nitrogen bebas dari udara, sebagai pakan ternak, tanaman penutup tanah dan dapat ditumpangsarikan dengan tanaman kehutanan.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here