REGENERASI PETANI DIMULAI DARI KELUARGA

0
44
views

Coba kita tanyakan kepada anak-anak TK atau Sekolah Dasar, apa cita-cita mereka.

Sebagian besar anak berkata ingin menjadi seorang Pilot, Koki, Polisi, Dokter, Pemadam Kebakaran dan lain-lain ketika ditanya apa cita-citanya saat besar nanti.

Apakah ada yang bercita-cita menjadi petani?

kenapa profesi petani tidak masuk dalam daftar inventaris imajinasi seorang anak?

Sungguh kenyataan pahit, bisa dibayangkan  ketika diusia dini tidak ada satupun anak yang bercita-cita menjadi petani, maka di masa depan profesi itu akan punah. Ironi negeri agraris dengan jutaan hektar lahan pertanian ditinggalkan generasi penerus pertanian akibat keengganan tunas bangsa melanjutkan tongkat estafet pertanian di masa mendatang. Dampaknya impor bahan pangan  semakin massif dan ketergantungan terhadap negara lain akan hasil pertanian mengancam kedaulatan negara kita.

Salah satu letak kekurangan pendidikan di Indonesia yaitu belum adanya penerapan pendidikan pertanian pada anak usia dini, sehingga anak-anak kurang mengenal tentang dunia pertanian dan ketika dewasa mereka tidak peduli terhadap pertanian.

Jika pendidikan pertanian diterapkan mulai dari usia dini maka akan mampu memunculkan sikap dan rasa ingin tahu seorang anak terhadap ilmu pertanian dan akan memunculkan rasa cinta tersendiri dalam kehidupan anak-anak terhadap dunia pertanian yang pada akhirnya ketika mereka dewasa nanti, akan menimbulkan rasa peduli terhadap pertanian.

Pengenalan pertanian di tingkat keluarga memegang peranan penting dalam pendidikan pertanian terhadap anak untuk menstimulir rasa ingin tahu anak misalnya dengan gadget yang anda miliki diputarkan video tentang pertanian modern dan peralatan canggih yang digunakannya dan anda akan bahagia ketika mengamati wajah-wajah antusias anak menontonnya.

Kedua, sediakan alat-alat pertanian sederhana yang tidak membahayakan, biarkan mereka memegang, merasakan, mengeksplorasi peralatan tersebut. Setelah itu ajak anak bermain peran dengan peralatan itu sembari menjelaskan prinsip kerja dan cara penggunaan peralatan tersebut.

Yang  tidak kalah penting, mulailah menanam  berbagai sayur dan buah yang cepat panennya di halaman rumah anda, apabila memungkinkan persiapkan lahan mini pertanian di rumah. Libatkan  anak-anak dalam budidaya tanaman mulai dari menyemai, menanam, menyiram dan merawat tanaman. Biarkan anak-anak memanen buah dan sayuran hasil perjuangan mereka.

Kemudian di musim liburan, sesekali ajak anak-anak berwisata ke kawasan edukasi agrowisata yang menampilkan kekayaan, keindahan dan teknologi terbaru pertanian. Ungkapkan perasaan senang anda kepada anak-anak ketika menyusuri jalan penuh tumbuhan, warna-warninya,segar udaranya, ranum buahnya, pemandangannya dan hal-hal lain yang menurut anda menarik perhatiaannya.

Mari kita semai bibit cinta petani mulai dari sekarang dan petik buah manisnya di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here