UPAYA MEMPERPENDEK JARAK BERANAK TERNAK SAPI

0
7419
views

Pemeliharaan induk sapi potong harus dipandang sebagai sebuah usaha yang menguntungkan. Pemeliharaan induk sapi potong dalam jangka panjang bertujuan untuk menghasilkan pedet berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, faktor reproduksi sangat penting diperhatikan. Efisiensi reproduksi memiliki peran yang besar dalam meningkatan keuntungan usaha pemeliharaan induk sapi potong. Mengatasi permasalahan reproduksi yang menjadi kendala efisiensi penting untuk diperhatikan. Salah satu ukuran efisiensi reproduksi adalah jarak beranak calving interval (CI). Idealnya seekor induk melahirkan anak satu kali dalam satu tahun atau CI = 12 bulan. Keterlambatan bunting pasca melahirkan selama 1 bulan berarti pemborosan biaya pemeliharaan 1 bulan. Jika taksiran biaya pemberian pakan dan perawatan seekor induk sapi dalam satu hari adalah Rp 10.000,- maka kerugian yang ditanggung akibat keterlambatan bunting tersebut adalah Rp. 300.000,- perbulan atau Rp. 3.650.000,- pertahun.

Faktor-faktor Penentu Jarak Beranak

Banyak faktor penyebab CI menjadi panjang, baik yang bersumber dari kekurangan pada induk betina pejantan atau pengelola. Penyebab CI menjadi panjang dalam prakteknya adalah karena terlambat kawin pasca melahirkan, kawin berulang dan kegagalan memelihara kebuntingan hingga lahir. Terlambat kawin pasca melahirkan dapat terjadi karena berahi yang tak kunjung datang, tidak mampu melihat tanda-tanda berahi dan tidak tersedia pejantan. Kasus kawin berulang terjadi disebabkan oleh kegagalan pembuahan dan kematian embrio dini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPTP Jambi terhadap kasus induk betina yang tidak menunjukkan gejala berahi, paling sering disebabkan oleh hipofungsi ovarium. Hipofungsi ovarium sebagian besar akibat kekurangan asupan nutrien, sehingga permasalahan ini juga berakar pada pengelolaan.
Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan pengelola/peternak untuk dapat memperpendek CI.

1. Mengupayakan munculnya berahi normal pasca melahirkan

– Pemberian pakan berkualitas terutama 20 hari sebelum dan 30 hari sesudah melahirkan.
– Penyapihan sementara pedet 48 jam setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemisahan sementara pedet umur 2 hari selama 24 jam akan menggertak bekerjanya kembali hormon reproduksi.
– Penyuntikan hormon misalnya PGF2

2. Mengawinkan induk tepat waktu

– Kawin baru dapat dilakukan setelah lebih dari 50 hari setelah melahirkan, sehingga bila terjadi berahi sebelum itu induk jangan dikawinkan dahulu.
– Tanda-tanda berahi berlangsung sekitar 18 jam, dan waktu optimal untuk mengawinkan adalah 9-24 jam setelah pertama kali tanda-tanda berahi muncul.
– Sapi betina yang berahi kelaminnya akan terlihat Abang/Merah, Abuh/Bengkak dan terasa Anget/Hangat serta bertingkah laku Bengak-bengok/Teriak-teriak melenguh

dan Cingkrak-cingkrik menaiki teman yang disebelahnya (walaupun sesama jenis). Awal munculnya tanda-tanda berahi dapat terjadi kapan saja, namun paling sering lewat tengah malam hingga pagi.

Tabel 1. Persentase waktu kejadian birahi pada sapi induk

Waktu birahi Gejala birahi (%)

06.00 – 12.00                22

12.00 – 18.00                10

18.00 – 24.00                25

24.00 – 06.00                43

Sumber: Selk (2000)

– Penentuan berahi atau kawin pada sapi yang dilepas bersama pejantan dapat di lakukan dengan penandaan berupa cat atau stiker khusus pada daerah punggung dekat pangkal ekor yang berarti apakah sapi tersebut sudah dinaiki oleh pejantan.

Gambar 1. Penentuan birahi pada sapi yang dilepas bersama pejantan

3. Memastikan terjadinya kebuntingan

Kemampuan untuk mendeteksi kebuntingan lebih dini mulai dari dua minggu setelah dikawinkan akan lebih menguntungkan karena kemungkinan penyebab dan cara mengatasinya lebih awal bisa diketahui. Hal ini dapat dilakukan menggunakan reagen uji kebuntingan ternak.

4. Mencatat aktivitas reproduksi

Pencatatan harus memuat antara lain tanggal melahirkan, kondisi kelahiran, tanggal berahi dan dikawinkan, pejantan yang digunakan, kelainan kebuntingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here