`AMELIORASI” UPAYA PEMBENAHAN KESUBURAN TANAH

0
870
views

Tanah merupakan sumberdaya alam yang penting dalam kehidupan manusia. Tanah sebagai media tumbuh tanaman yang menjadi perhatian, terutama mengenai kesuburan tanah yang akan mempengaruhi tingkat produktifitas lahan. Pengelolaan tanah sangat berpengaruh terhadap sifat fisika, kimia, maupun biologi tanah dan juga berpengaruh terhadap produktifitasnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya pengelolaan yang tepat untuk lahan tersebut. Ameliorasi adalah upaya pembenahan kesuburan tanah melalui penambahan bahan-bahan tertentu. Amelioran adalah bahan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan kondisi fisik dan kimia. Kriteria amelioran yang baik adalah memiliki kejenuhan basa yang tinggi, mampu meningkatkan derajat pH secara nyata, mampu memperbaiki struktur tanah, memiliki kandungan unsur hara yang lengkap dan mampu mengusir senyawa beracun terutama asam-asam organik. Pemilihan bahan amelioran menyesuaikan dengan klasifikasi lahan dan hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman yang akan dibudidayakan. Ameliorasi dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan amelioran berupa organik, anorganik maupun kombinasi keduanya.

Penggunaan bahan-bahan untuk kesuburan tanah disesuaikan dengan jenis tanahnya. Secara singkat, berikut ini merupakan ulasan beberapa bahan amelioran yang digunakan untuk menyuburkan tanah.

JERAMI PADI

Pemberian jerami padi seusai panen sering dilakukan terutama pada lahan sawah yang digunakan secara intensif. Kegiatan ini dikenal juga sebagai pengomposan insitu. Jerami akan terurai di lahan sehingga dapat menambah bahan organik dan mikroorganisme penyubur lahan. Peran mikro selulotik dan lignotik berperan sangat besar karena keduanya memperoleh energi dan karbon dari proses perombakan bahan yang mengandung karbon. Aplikasi jerami lebih baik ditambahkan kompos atau pupuk kandang agar dapat memulihkan sifat fisik lahan sawah lebih baik dan menambah sumber hara.

PUPUK KANDANG

Limbah kotoran ternak merupakan bahan organik yang paling sering digunakan sebagai pupuk dan amelioran. Keunggulan pupuk kandang adalah mampu menyediakan unsur-unsur hara makro yang lebih banyak dan meningkatkan populasi mikroorganisme tanah. Pupuk kandang ini dapat menyediakan unsur-unsur hara makro yang dapat meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam tanah. Pupuk kandang ternak besar— sapi, kambing, domba, dan sebagainya—kaya akan nitrogen dan mineral logam seperti magnesium, kalium dan kalsium, sementara pupuk kandang yang dihasilkan dari ternak ayam lebih kaya akan kandungan fosfor.Tekstur pupuk kandang yang kasar juga mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah bahan organik di tanah yang berpasir. Kelemahan pupuk kandang sebagai amelioran adalah komposisi bahannya yang mudah terurai sehingga harus sering ditambahkan.

BIOMASA CHARCOAL

Arang sisa pembakaran yang tidak sempurna (pirolisis) mengandung karbon yang tinggi, dikenal juga sebagai biochar. Bahan baku biochar dapat berasal dari kayu, batok kelapa, sekam padi, jerami, atau bahan yang memiliki serat kayu lainnya. Biochar digunakan untuk sebagai bahan amelioran karena dapat meningkatkan pH, mengikat air dan unsur hara, juga meningkatkan aktivitas biota dalam tanah. Di samping itu, biochar disinyalir dapat mengurangi pencemaran dan emisi gas rumah kaca. Biochar tidak dapat menyediakan hara secara langsung akan tetapi dapat meningkatkan efisiensi pemupukan.

ZEOLIT

Zeolit adalah bahan mineral non logam yang sangat efektif untuk penukaran ion-ion hara dan menyimpan air dalam partikel tanah. Aplikasi zeolit dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan dapat membebaskan unsur hara mikro dalam tanah. Kelebihan zeolit adalah struktur bahannya yang stabil sehingga efektif digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Penggunaan zeolit biasanya dicampurkan dengan kapur, asam humat, pupuk organik maupun urea.

DOLOMIT

Dolomit merupakan bahan amelioran anorganik yang bersifat basa. Dolomit mengandung kalsium dan magnesium yang dapat mengurangi kemasaman dan memperbaiki aerasi tanah, sehingga dapat menunjang aktivitas biologi pada tanah. Pengapuran dilakukan pada tanah-tanah masam yang kering maupun tanah basah seperti lahan gambut maupun lahan pasang surut. Manfaat pengapuran lainnya yaitu penyerapan pupuk yang optimal, menguatkan akar serta mengurangi racun pada tanah.

Itulah bahan-bahan amelioran yang dapat digunakan oleh petani terutama kawasan tanah rawa pasang surut seperti Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji dan Mesuji Timur untuk menyuburkan tanah dalam usaha tani.(Zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here