Capung Predator Organisme Pengganggu Tanaman

0
139
views

Serangga termasuk kelompok hewan yang memiliki keanekaragaman tinggi di muka bumi dan keberadaannya dapat ditemukan diberbagai tempat termasuk di persawahan. Namun banyak areal persawahan (terutama sawah intensif) yang sudah bergantung pada penggunaan pestisida. Hal ini akan berdampak pada hilangnya atau perginya serangga-serangga menguntungkan yang tidak toleran terhadap pestisida. Serangga jarang dijumpai lagi karena habitatnya sudah rusak oleh praktek pengelolaan pertanian yang kurang ramah lingkungan. Salah satu serangga yang sangat rentan yaitu Capung. Padahal Capung mempunyai peranan penting pada ekosistem persawahan. Capung dapat berfungsi sebagai predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa dan memangsa berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga dan hama tanaman padi. Bagi serangga lain, capung bisa dianggap sebagai monster. Ditahap metamorfosis, larva capung bisa memangsa larva serangga lain, berudu hingga ikan. Capung memangsa lalat buah yang merusak mangga. Di sawah, capung melahap walang sangit dan berbagai hama padi lainnya. Sedangkan di perkotaan, capung mengurangi populasi nyamuk yang membahayakan manusia. Capung dapat mengkonsumsi mangsa hingga 15% dari berat tubuhnya sendiri setiap hari. Selain itu, capung dapat dijadikan sebagai indikator kualitas ekosistem. Capung termasuk serangga air yang sangat sensitif terhadap perubahan kandungan zat di dalam air. Sehingga perubahan jumlah nimfa capung dapat dijadikan sebagai indikator baik buruknya perairan. secara ekologis capung berjasa menyeimbangkan populasi insekta, sekaligus menjadi mata rantai bagi hewan yang lebih besar, termasuk pasokan makanan bagi burung walet dan aneka burung berkicau.

Untuk menjaga keberadaan  capung tetap terjaga di lingkungan pertanaman, petani harus menjaga kondisi lingkungan pertanaman sebagai habitat capung dengan menerapkan tata cara budidaya padi yang baik mendukung pelestarian lingkungan agar capung hadir dengan ragam dan warna menarik.

Banyak cara yang dapat dilakukan petani mulai dari membatasi penggunaan insektisida, intensif dalam pengamatan hama, menjaga lingkungan tetap bersih kemudian mempermudah capung mencari makan dengan melakukan pemasangan ajir. Ajir capung ini bisa membantu capung untuk hinggap dan mengawasi mangsanya. Ajir yang digunakan bisa berupa cabang pohon yang mempunyai beberapa ranting, diletakkan di sekitar atau di tengah sawah. Selain itu, dengan menjaga lingkungan agar tetap alami dan tidak mengkontaminasinya dengan bahan-bahan kimia sintetis juga merupakan salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan siklus hidup capung itu sendiri.

Dengan demikian, lingkungan yang alami pasti akan menghadirkan capung dan juga makhluk hidup lain sehingga kedepannya ekosistem alam menjadi seimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here