Dinas Pertanian Berdayakan Petani Melalui Pelatihan Jamur Tricoderma

0
24
views
Foto Bersama

Pertaninan kabupaten Mesuji berkerjasama dengan Dinas Perkebunan Dinas Provinsi Lampung UPTD Perlindungan Tanaman Perkebunan melakasanakan Kegiatan Pelatihan pembuatan agensi hayati Jamur Trichorderma.sp yang dilaksanakan di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang. Dalam pelaksanaan pelatihan ini diikuti oleh Anggota Gapoktan Sahabat Tani yang diketuai oleh Purwanto dengan peserta sejumlah 25 Orang dan bertempat di Balai Desa Labuhan Mulya, pada hari Selasa,29 Juni 2021. Sebagai Nara Sumber dalam Pelatihan ini dipandu oleh Kristanto Utomo, SP dan Wijia Astuti, SP. Dari UPTD Perlindungan Tanaman Perkebunan.

Jamur Trichoderma, sp. adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman. Selain berfungsi sebagai pengurai, Trichoderma, sp. dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp. dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti cendawan Ganoderma, Rigidiporus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome dan cendawan Sclerotium rilfisil. Penggunaan agen hayati Trichoderma, sp. sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet.

Adapun Tujuan Pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi Petani agar dapat mengenal manfaat, memperbanyak dan mengaplikasikan Jamur Trichoderma untuk pengendalian Penyakit pada tanaman Karet khususnya penyakit Jamur Akar Putih (JAP). Hal ini disebabkan karena selama ini Masyarakat sangat bergantung terhadap bahan-bahan kimia apalagi bahan yang bersifat racun (insektisida, fungisida, bakterisida) yang seharusnya digunakan sebagai alternatif terakhir dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Sudah saatnya kita kembali ke alam karena banyak mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses pengendalian hama dan penyakit untuk kelestarian lingkungan kita.

Penggunaan biofungisida Trichoderma, sp. memang tidak memperlihatkan dampak manfaatnya secara langsung seperti fungisida kimia. Dengan penggunaan rutin secara berkala biofungisida Trichoderma, sp. akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada fungisida kimia.

Dalam Kegiatan ini juga diberikan bantuan Starter pembiakan Jamur dan perlengkapannya berupa paeralatan yang digunakan untuk perbanyakan jamur Trichoderma,sp, agar Petani dapat membuat sendiri dirumah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman, SP melalui Kepala seksi Bina Usaha tanaman Perkebunan Katiyo, dalam sambutannya mengharapkan agar Trichoderma diperbanyak sendiri dan diaplikasikan pada tanaman karet, agar tanamannya sehat, produksi dapat maksimal, terhindar dari serangan penyakit yang diakibatkan serangan jamur yang dapat menurunkan produksi dan kematian pada tanaman karet. Disampaikan juga bahwa penggunaan Trichoderma dengan perbanyakan sendiri menghemat biaya pengeluaran dibandingkan penggunaan dari bahan kimia yang harganya relatif mahal.

Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji berharap agar pengetahuan yang sudah diterima oleh petani dalam pelatihan ini dapat di getok tularkan ke petani karet lainnya, khususnya dalam rangka pengendalian jamur yang menyerang tanaman karet. Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk menilai apakah pelatihan perbanyakan jamur trichoderma,sp ini dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat di desa Labuhan Mulya dan petani karet di kabupaten Mesuji pada umumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here