Manfaatkan Potensi Desa, Mengolah Ubikayu Menjadi Tiwul

0
68
views

Tiwul merupakan makanan khas Indonesia yang berasal dari Gunung kidul Yogyakarta. Makanan tradisional ini sangat popular di zamannya hingga sekarang. Di Desa Adi Karya Mulya banyak petani yang menanam ubi kayu baik ubi kayu jenis kasesat ataupun jenis ubi kayu lain yang dapat di konsumsi atau dimakan. Namun harga ubi kayu yang rendah membuat inisiatif dari Kelompok wanita Tani “Sekar Makmur” untuk meningkatkan nilai jual ubi kayu dengan mengolahnya menjadi tiwul.

Berikut ini adalah tahapan dalam pengolahan ubi kayu menjadi tiwul, yaitu:

  1. Mengupas ubi kayu
  2. Merendam ubi kayu selama 24 jam. Dalam perendaman tersebut ditambahkan Bimo CF yang berfungsi untuk menghilangkan kadar sianida pada ubi kayu dan menghilangkan bau tengik atau bau apek padaubi kayu yang di rendam tersebut.
  3. Ubi kayu ditiriskan dan di jemur hingga kering merata  kemudian rendam kembali selama 24 jam
  4. Tiriskan kembali dan keringkan hingga benar – benar kering
  5. Ubi kayu yang telah kering sempurna dapat di giling hingga menjadi tepung
  6. Tepung dicampur dengan air sampai berbentuk butiran tiwul kemudian diguyeng menggunakan tampah
  7. Hasilnya di jemur selama 0,5 jam kemudian di kukus
  8. Setelah dikukus, kemudian di jemur hingga kering.
  9. Tiwul siap di kemas dan dipasarkan

Dari hasil penelitian yang ada, tiwul mempunyai banyak kandungan gizi dan nutrisi yaitu, pada 100 gram tiwul terdapat energy 342 kkal, protein 2,3 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 38,1 gram, kalsium 27 mg, fosfor 61 mg, zat besi 7,6 mg dan Vitamin B1 0,06 mg.  Kegiatan KWT “sekar Makmur” ini mendapat dukungan dari Kades Adi Karya Mulya Bapak M.Purwanto. Beliau mengatakan ingin mempunyai produk unggulan desa yang bisa menjadi ciri khas desa serta berharap bahwa kegiatan pengolahan tiwul di KWT “Sekar Makmur” dapat terus berlanjut.

“Dengan adanya perubahan bentuk dari ubi kayu menjadi tiwul diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani terutama dalam meningkatkan pendapatan petani dan keluarga, serta dapat menjadi icon Desa Adi Karya Mulya”, ungkap Purwanto.

Kontributor: Ika R/PJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here