MEWASPADAI PENYAKIT SCABIES PADA TERNAK RUMINANSIA

0
32
views

Masalah kesehatan ternak adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan usaha peternakan. Jika ternak tidak sehat akan menyebabkan banyak kerugian. Diantaranya: gangguan pertumbuhan, gangguan reproduksi, dan bahkan yang paling fatal kematian ternak itu sendiri. Dampak lanjutannya akan mengganggu pemenuhan dan ketersediaan proten hewani yang berasal dari ternak ruminansia. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah para peternak  memiliki bekal pengetahuan yang cukup serta memahami jenis-jenis penyakit yang sering dan berpotensi menyerang ternak mereka, gejala-gejalanya serta cara mengatasinya. Salah satu diantara penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia adalah SCABIES/ KUDIS MENUAR.

Penyakit Scabies adalah penyakit pada ternak yang dikenal oleh masyarakat petani peternak disebut Kudis. Penyakit Scabies bersifat zoonosa, artinya dapat menular kepada manusia. Ternak yang terserang penyakit ini akan mengalami penurunan kondisi terutama berat badan, penurunan kualitas daging/ karkas, kerusakan dan penurunan nilai kulit.

Penyebab. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis tungau. Pada sapi disebabkan oleh Chorioptes bovis, sedang pada kambing disebabkan oleh Psoroptes ovis.

Cara penularan. Penularan penyakit ini terjadi bila terjadi kontak langsung antara ternak yang sakit dengan ternak sehat. Atau, melalui peralatan kandang yang tercemar oleh penyakit.

Tandatanda penyakit. Beberapa tanda-tanda yang bisa terdeteksi dari penyakit ini diantaranya adalah :

  • Gatal gatal hebat yang ditandai dengan menggosok gosokkan tubuh pada dinding kandang serta menggigit gigit bagian tubuh yang terserang penyakit (moncong, telinga, leher, dada, perut, pangkal ekor dan sepanjang punggung serta kaki). Akibat gosokan dan gigitan sehingga terjadi luka-luka dan lecet.
  • Lepuh-lepuh bernanah pada kulit.
  • Pada penyakit yang agak lanjut, kulit mengeras dan menebal serta melipat-lipat sehingga pada tempat tersebut bulunya lepas dan kelihatan gundul.

Pencegahan. Agar ternak terhindar dari serangan penyakit ini perlu dilakukan pecegahan dini dengan cara melakukan :

  • Sanitasi/ kebersihan kandang dan pemberian makanan yang bergizi
  • Ternak yang sakit dipisahkan dari yang sehat dan diobati sampai sembuh
  • Menghindari kontak langsung dengan ternak sakit.
  • Bila ada kasus Scabies segera dilaporkan kepada Dokter Hewan berwenang/ Poskeswan/ Dinas Peternakan setempat.

 

Pengobatan. Penyakit Scabies dapat diobati secara medis maupun pengobatan secara tradisional :

Pengobatan secara Medis :

  • Kulit yang luka diolesi dengan Benzoas Bensilikus 10 %.
  • Disemprot/ direndam dengan BHC 0,05 % atau Coumaphos 0,05 sampai 1 %.
  • Ivermectin (Ivomec), diberikan secara Subcutan.
  • Salep Coumaphos 1 – 2 % (dalam vaselin)
  • Salep belerang 5 % (5 gram bubuk belerang + 100 gram vaselin).
  • Pengobatan secara Tradisional:
  • Mengunakan Oli bekas + sebuk belerang, caranya: Ternak dimandikan dengan sabun kemudian dijemur. Setelah kering , obati dengan campuran tersebut diatas.
  • Mengunakan Air tembakau, caranya: Rendam tembakau di air sambil diremas remas, kemudian diperas diambil airnya. Gosokkan air tembakau pada kulit yang sakit.
  • Serbuk biji kamper (kapur barus) dicampur minyak kelapa, caranya: Tumbuk biji kamper sampai halus. Kemudian campur dengan minyak kelapa. Oleskan pada kulit yang sakit.
  • Belerang (dihaluskan) + kunyit + minyak kelapa (sedikit), caranya: Campuran tersebut dipanaskan, kemudian hangat hangat digosok gosokkan pada kulit yang sakit.

Ternak yang menderita penyakit diperbolehkan dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi sepanjang kualitasnya masih baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan ini adalah wewenang Dokter Hewan/ petugas lapangan yang ditunjuk. Demikianlah sekilas informasi tentang mewaspadai penyakit menular pada ternak yang perlu diketahui para peternak khususnya peternak ruminansia, semoga bermanfaat

 

 

sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/99340/mewaspadai-penyakit-scabies-pada-ternak-ruminansia/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here