Pemanfaatan Jerami Padi untuk Perbaikan Sifat Tanah

0
46
views

Pemberian pupuk an-organik, secara terus menerus dilahan pertanaman padi membuat tanah lebih padat dan kekurangan bahan organik. Untuk itu perlu gerakan pengembalian jerami ke lahan. Diketahui bahwa jerami padi mengandung Si (4-7%), K (1,2 -1,7%), N (0,5-0,8%) dan P(0,07-0,12) (Dobermann dan Fairhurst, 2000).

Dilapangan untuk memberikan gerakan pengembalian jerami ke lahan menemui beberapa hambatan antara lain: (1) Masyarakat lebih suka melihat lahan sawahnya bersih dari serabutan Jerami, (2) Jerami mengganggu terhadap pelaksanaan pengolahan tanah, dan (3) Kurangnya pengetahuan petani mengenai manfaat dari jerami tersebut.

Untuk mengembalikan jerami ke dalam tanah dengan cara: jerami dicincang terlebih dahulu sebelum diberikan pada lahan sawah yang bertujuan untuk mempercepat proses dekomposisi. Contoh pemberian dosis jerami segar adalah 5 t/ha dan dosis pupuk kandang sebanyak 3 t/ha. Sedangkan pengolahan tanah dilakukan dengan cara dicangkul sedalam + 20 cm, dan diratakan. Pada perlakuan pengomposan jerami segar disebar langsung, pencangkulan dilakukan 5-7 hari setelah jerami disebar dan disemprot dengan dekomposer (dalam keadaan basah). Pada perlakuan kompos jerami diberikan saat pemerataan tanah, keadaan tanah basah-tergenang setengah macak-macak (kadar air 30-50%).

Selain itu perlu dilakukan sosialisasi kepada petani manfaat dari pengembalian jerami tersebut, jerami padi diketahui mengandung + 12 kg K2O/ton yang dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan pupuk K. Oleh karena itu, jerami padi yang banyak tersedia setelah panen dapat secara langsung dimanfaatkan dengan cara mencincang terlebih dahulu baru diberikan pada lahan sawah sewaktu mengolah lahan pertama.

Salah satu peran bahan organik yaitu sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah. Menurut Arsyad (1989) peranan bahan organik dalam pembentukan agregat yang stabil terjadi karena mudahnya tanah membentuk kompleks dengan bahan organik. Hal ini berlangsung melalui mekanisme: Penambahan bahan organik dapat meningkatkan populasi mikroorganisme tanah, diantaranya jamur dan cendawan, karena bahan organik digunakan oleh mikroorganisme tanah sebagai penyusun tubuh dan sumber energinya. Miselia atau hifa cendawan tersebut mampu menyatukan butir tanah menjadi agregat, sedangkan bakteri berfungsi seperti semen yang menyatukan agregat.

Salah satu peranan bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kation yang mudah dipertukarkan dan pelarutan sejumlah unsur hara dari mineral oleh asam humus. Bahan organik dapat menjaga keberlangsungan suplai dan ketersediaan hara dengan adanya kation yang mudah dipertukarkan. Nitrogen, fosfor dan belerang diikat dalam bentuk organik dan asam humus hasil dekomposisi bahan organik akan mengekstraksi unsur hara dari batuan mineral.

Jumlah dan aktivitas metabolik organisme tanah meningkat. Secara umum, pemberian bahan organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme. Bahan organik merupakan sumber energi dan bahan makanan bagi mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Mikroorganisme tanah saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik karena bahan organik menyediakan karbon sebagai sumber energi untuk tumbuh (Stevenson, 1994).

Salah satu alasan mengapa bahan organik dan pupuk kandang diperlukan untuk memperbaiki produktivitas tanah adalah karena pupuk kandang dan sumber organik lainnya digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kadar bahan organik tanah dan juga menyediakan hara mikro serta faktor-faktor pertumbuhan lainnya yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia (an-organik). Penggunaan bahan-bahan ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan mikroba dan perputaran hara dalam tanah. Oleh karena itu pemberian dan pengelolaan bahan organik/pupuk organik secara tepat adalah merupakan tindakan yang terlebih dahulu dilakukan untuk memperbaiki lingkungan tumbuh tanaman sehingga produktivitasnya tidak merosot.

Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik :

  1. Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro yang relatif kecil jika dibandingkan dengan pupuk kimia.
  2. Mampu memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah, dan mudah ditembus akar
  3. Dapat meningkatkan daya menahan air (water holding capacity), sehingga kemampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak. Kelengasan air tanah lebih terjaga.
  4. Dapat memperbaiki kehidupan biologi tanah
  5. Mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik.
  6. Aman bagi lingkungan
  7. Dapat membantu peningkatan pH tanah

Perlu mendorong dan mengedukasi petani, pentingnya mengembalikan jerami ke lahan. Ayok belum terlambat, untuk memperbaiki kualitas tanah.

 

sumber: http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/teknologi-pertanian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here