Pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Dari Akar Bambu

0
2639
views

PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya  secara  berkoloni  menyelimuti  akar  tanaman.  Bagi  tanaman  keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai alternatif teknologi ramah lingkungan dilapangan, hal ini dilihat dari banyaknya petani dalam mengamankan produksi pertanian akibat serangan OPT menggunakan pestisida secara berlebihan, sehingga menimbulkan dampak  negatif  yang  tidak  diinginkan,  seperti  terjadinya  ledakan  hama,  timbulnya  hama sekunder, matinya musuh alami, rusaknya lingkungan, bahkan penolakan pasar akibat produk mengandung residu pestisida (Gandanegara, 2007).

Mekanisme PGPR dalam meningkatkan kesuburan  tanaman dapat terjadi melalui 3 cara (Amalia, 2007), yaitu:

  1. Menekan perkembangan hama/penyakit (bioprotectant): mempunyai pengaruh langsung pada tanaman dalam menghadapi hama dan penyakit;
  2. Memproduksi fitohormon (biostimulant): IAA (Indole Acetic Acid); Sitokinin; Giberellin; dan penghambat produksi etilen: dapat menambah luas permukaan akar-akar halus;
  3. Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman (biofertilizer) .Bila penyerapan unsur hara dan air yang lebih baik dan nutrisi tercukupi, maka menyebabkan kebugaran tanaman juga semakin baik, sehingga akan semakin meningkatkan ketahanan tanaman terhadap tekanan-tekanan, baik tekanan biologis (OPT) maupun non biologis (Iklim).

Ada   beberapa   kekurangan   dalam   produksi   PGPR   ini   (Desmawati,   2008), diantaranya :

  1. Kekonsistenan pengaruh bakteri PGPR di laboratorium dengan di lapangan kadang – kadang berbeda;
  2. Bakteri ini harus dapat diperbanyak dan diproduksi dalam bentuk yang optimum baik vialibilas maupun biologinya selama diaplikasikan di lapangan. Beberapa bakteri PGPR harus dilakukan re-inokulasi setelah diaplikasikan di lapangan seperti Rhizobia;
  3. Tantangan lainnya berkaitan dengan regulasi /  kebijakan suatu negara. Di beberapa negara kontrol terhadap produksi agens antagonis ini sangat ketat. Walaupun produk tersebut tidak berefek negatif pada manusia.

Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan PGPR dari akar bambu, yaitu Ember, Panci, kompor, pengaduk, saringan, corong, dan jerigen. Dan adapun bahan yang diperlukan adalah Gula pasir 1/2kg, air 10 liter yang sudah dimasak, Terasi, dedak dan akar Bambu.

Proses Pembuatan

  • Siapkan akar bambu sekitar 250 gr, kemudian cuci dengan air bersih untuk menghilangkan tanah yang menempel pada akar. Setelah bersih, kemudian akar bambu di rendam didalam air matang selama 3 hari untuk dijadikan starter atau biang.
  • Siapkan air 10 liter yang telah dimasak, kemudian masukkan gula, terasi dan dedak dan didihkan. Setelah dingin, masukkan biang PGPR sebanyak 1 liter dan difermentasi selama 1—2 minggu.
  • Tutup rapat wadah yang digunakan agar tidak terjadi kontaminan.
  • PGPR siap digunakan dengan penggunaan 200—250 cc per 14 liter air.
  • PGPR juga dapat dibiakkan dengan menggunakan air kelapa yang ditambahkan gula, kemudian ditambahkan biang PGPR sebanyak 1 liter dan difermentasikan selama 1-2 minggu.

Kontributor: Muaddin

Disadur dari: Mahrus Ali, Fakultas Pertanian, Universitas Merdeka Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here