PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM ASURANSI USAHA TERNAK SAPI/KERBAU

0
52
views

Kita semua tahu bahwa risiko berusaha di bidang peternakan begitu rentan dan belum dapat dimitigasi dengan baik, misalnya kematian, kecelakaan, kehilangan/kecurian, bencana alam termasuk wabah penyakit dan fluktuasi harga. Dampak dari kegagalan tersebut adalah terganggunya sistem usaha budidaya ternak dan berkurangnya produksi produk peternakan. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UUP-3) pasal 37 menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban untuk melindungi usahatani yang dilakukan oleh petani/peternak dari kerugian akibat gagal panen.

Guna mengurangi resiko para peternak saat musibah terjadi, Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau(AUTS/K).

Asuransi  Usaha Ternak Sapi/Kerbau merupakan pengalihan risiko yang dapat memberikan ganti rugi akibat kerugian budidaya ternaknya sehingga keberlangsungan usahatani dapat terjamin.

Dengan adanya Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K), maka peternak yang mengalami kerugian usaha budidaya ternaknya¸ akan mendapat dana ganti-rugi asuransi yang dapat digunakan sebagai modal dalam melanjutkan usahanya.

Kini peternak sapi pun ikut tersenyum karena terlindungi dengan adanya asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTS/K). Adapun manfaat Asuransi Ternak Sapi bagi Peternak :

  1. Memberikan ketentraman dan ketenangan sehingga peternak dapat memusatkan perhatian pada pengelolaan usaha ternak dengan lebih baik,
  2. Pengalihan risiko dengan membayar premi yang relatif kecil peternak dapat memindahkan ketidakpastian risiko kerugian yang nilainya besar,
  3. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko kematian dan kehilangan sapi, dan
  4. Meningkatkan kredibilitas peserta asuransi terhadap akses pembiayaan (perbankan).

Dalam AUTS/K, harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,- per ekor per tahun dengan jumlah Sapi/kerbau yang didaftarkan menjadi peserta AUTS/K paling banyak 10 (sepuluh) ekor per peternak skala kecil. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan batas maksimum ganti rugi dimana jangka waktu pertanggungan asuransi selama 1 (satu) tahun dimulai sejak melakukan pembayaran premi asuransi yang menjadi kewajiban peternak.

Dengan peran aktif penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan Program AUTS/K kepada petani-peternak sudah banyak petani-peternak yang mendaftarkan diri mengikuti program ini. Salah satu penyuluh yang berhasil meyakinkan peternak sapi untuk mendaftarkan diri program ini yaitu Ibnu Eko sarjuni, SP, dengan jumlah sapi terdaftar di Desa Bangun Jaya (63 ekor), Desa Gedung Ram (60 ekor) dan Desa Gedung Mulya (25 ekor) dengan total  nilai pertanggunggan Rp.1.480.000.000,-

Apa yang dilakukan Penyuluh tersebut sesuai dengan tugas pokok seorang penyuluh antara lain : (1) Memfasilitasi proses pembelajaran petani, (2) mengupayakan kemudahan akses petani ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya; (3) meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan petani, (4) membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola usaha, (5) menumbuhkan kesadaran petani terhadap kelestarian fungsi lingkungan (6) menumbuhkan kesadaran petani terhadap kelestarian fungsi lingkungan (7) melembagaan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian yang maju dan modern bagi petani secara berkelanjutan. Peran penyuluh ini selaras pula dengan fungsi penyuluhan sebagai proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar, teknologi, sarana-prasarana, dan pembiayaan.(Zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here