PERSEMAIAN LAHAN DARAT METODE DAPOG

0
46
views

Beras merupakan sumber pangan pokok masyarakat Indonesia secara mayoritas. Untuk menghasilkan berasa yang berkualitas maka perlu dilakukan budidaya padi yang berkualitas dan tepat pula, tidak hanya menghasilkan produk pangan yang berkualitas tetapi juga menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan petani yang membudidayakannya. Melihat keadaan cuaca dan iklim sekarang ini untuk memprediksi waktu tanam sesuai dengan ketersediaan air sulit dilakukan. Bahkan kalender tanam yang dibuat pun belum tentu tepat dan dapat dijalankan oleh petani. Teknik persemaian yang tepat menentukan keberhasilan budidaya padi yang selanjutnya akan menentukan produksi padi di akhir budidaya.

KENDALA  YANG DIHADAPI SAAT PEMBENIHAN

Pembenihan atau persemaian merupakan langkah awal dalam teknik budidaya padi, dimana keberhasilan kegiatan persemaian ini akan menentukan keberhasilan budidaya padi pada tahapan berikutnya sebab jika persemaian gagal secara otomatis budidaya padi tidak dapat dilanjutkan sebab berkaitan dengan ketersediaan bahan tanam.

Pada beberapa wilayah di Kecamatan Simpang Pematang utamanya Daerah Irigasi Jaya Sakti, persemaian di lahan sawah menjadi beresiko tinggi dengan kegagalan yang dikarenakan saat persemaian terjadi bencana banjir. Bencana banjir ini berkaitan dengan materi-materi SL sebelumnya dengan tema Irigasi dan Jalan Usahata Tani.

Pembangunan irigasi yang ada di DI Jayasakti letaknya berada di bawah lahan garapan dengan tanggul yang tinggi ±1,5 meter sehingga air yang dialirkan di jalur irigasi tersebut tidak dapat digunakan untuk mengairi lahan sawah, sehingga pada saat musim penghujan dating air justru meluap ke lahan sawah dan saat musim tanam gadu air justru tidak dapat dimanfaatkan kecuali dengan dialkon.

Pada kondisi lahan sawah DI Jayasakti ini saat pembenihan di lahan sawah rentan dengan banjir dan kehilangan bahan tanam atau bibit yang sudah disemai, karenanya sebagai solusi maka dilakukan pembenihan atau pembibitan padai di lahan darat.

Pembenihan di lahan darat ini bias dilakukan pada media plastic yang dibentangkan dan diberi tanah media tanam kemudian ditebarkan dan digunakan untuk media pembibitan.

Teknik pembibitan yang lainnya adalah dengan menggunakan media tray atau dapog. Media trey atau dapog adalahtempat tumbuhnya bibit padi yang  ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan. Persemaian menggunakan dapog ini biasa digunakan untuk penanaman dengan menggunakan alat tanam atau Rice Transplanter.

Gapoktan di Desa Jaya Sakti memiliki 1 unit alat Rice Transplanter yang akan mulai digunakan pada tahun 2019 ini, sehingga perlu dilakukan persemaian padi ddengan menggunakan media tray atau Rice Transplanter.

Media dalam persemaian/Pembibitan Padi dengan sistim dapog merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Tanah yang dipergunakan dalam media semai padi dengan tray/dapok adalah tanah yang subur berasal dari pekarangan yang bebas dari tumpukan sampah atau tanah sawah. Tanah dikeringkan hingga kering betul selanjutnya di hancurkan sampai lembut kemudian disaring dengan kawat saring ukuran 0,5 cm, kemudian Tanah dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan  4:1      (3 liter tanah/tray) terdiri dari 2,25 liter tanah + 0,75 liter pupuk organik atau Nitrogen 1gr/tray, Phosphate, 1 gr/tray Kalium, 1 gr/tray, kemudian diaduk rata.

Persmaian dengan sistim Dapog/tray adalah merupakan tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan. Ukuran dapog untuk mesin Jarwo Transplanter mempunyai lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm. Cara penyemaian dapog dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) ataupun di pekarangan rumah. Kebutuhan benih per dapog persemaian adalah 90 -100 gram. Tebal media tumbuh untuk persemaian yaitu 2–3 cm. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 –20 hari setelah semai dan tinggi bibit yang disarankan mencapai 15 –20 cm, (Anonim, 2016).

Lokasi Tempat Persemaian/Pembibitan bisa di pekarangan rumah atau langsung dilakukan disawah. Intinya adalah  mudah diari/disiram, Terbebas dari hewan ternak jika di pekarangan dan Jauh dari sinar lampu menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT).

Jika pembibitan di pekarangan/halaman rumah bisa dibuat rak-rak dari bambu, ketinggian rak disesuaikan dengan kondisi tempat. Setelah lokasi kita tentukan kemudian dapok/tray yang telah diisi media, ditata dengan hati-hati selanjutnya disiram air sampai basah betul (bila diangkat dapok/tray airnya menetes).

Sedangkan Persemaian/Pembibitan yang dilakukan dilahan sawah sebaiknya dibuat guludan/bedengan setingga 10 cm dengan lebar bedengan sekitar 150 cm untuk dua dapok kanan kiri. Panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan kemudian ratakan.(Ari W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here