PTT Padi Sawah

0
110
views

Di  Indonesia   laju  peningkatan   produktivitas tanaman  padi  sawah  cender ung  melandai. Sistem intensifikasi padi sawah yang selama  ini diterapkan tidak  dapat  lagi  diharapkan mampu  meningkatkan produksi  dan produktivitas.  Untuk memper tahankan produktivitas tinggi diperlukan input yang semakin tinggi.

Eksploitasi  lahan  sawah  secara  intensif  dan  terus menerus   telah  berlangsung   ber tahun- tahun, yang mengakibatkan penurunan  kesuburan dan sifat fisik tanah.  Terabaikannya penggunaan bahan  organik dan   intensifnya pemberiann pupuk kimia  untuk mengejar hasil tinggi pada lahan sawah, telah menyebabkan kandungan bahan organik tanah menurun baik jumlah maupun kualitasnya. Kondisi demikian menurunkan kemampuan tanah dalam menyimpan dan melepaskan hara dan air bagi tanaman, sehingga mengurangi efisiensi penggunaan pupuk dan air irigasi serta menurunkan produktivitas lahan.

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani.

Prinsip Utama Penerapan PTT Padi Sawah

  1. Partisipatif
  2. Spesifik Lokasi
  3. Terpadu
  4. Sinergis atau Serasi
  5. Dinamis

Komponen teknologi yang diterapkan dalam PTT dikelompokkan ke dalam teknologi dasar dan pilihan. Komponen teknologi dasar sangat dianjurkan untuk diterapkan di semua lokasi padi sawah. Penerapan komponen pilihan disesuaikan dengan kondisi, kemauan, dan kemampuan petani setempat.

Komponen Teknologi Dasar

  1. Varietas unggul baru, inbrida atau hibrida.
  2. Benih bermutu dan berlabel.
  3. Pemberian bahan organik melalui pengembalian jerami ke sawah atau dalam bentuk kompos atau pupuk kandang.
  4. Pengaturan populasi tanaman secara optimum.
  5. Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah.
  6. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) dengan pendekatan PHT (pengendalian hama terpadu).

Komponen Teknologi Pilihan

  1. Pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam.
  2. Penggunaan bibit muda (< 21 hari).
  3. Tanam bibit 1-3 batang per rumpun.
  4. Pengairan secara efektif dan efisien.
  5. Penyiangan dengan landak atau gasrok.
  6. Panen tepat waktu dan gabah segera dirontok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here