Tantangan Budidaya Padi Sawah Tadah Hujan Pada Musim Tanam Gadu Di Desa Simpang Pematang

0
110
views

Budidaya tanaman padi sawah merupakan sistem budidaya tanaman padi yang sangat membutuhkan air akan tetapi bukan merupakan tanaman yang menggenang.  Pemahaman ini yang terkadang menjadi salah di tingkat petani,  selama ini petani beranggapan bahwasannya tanaman padi merupakan tanaman yang membutuhkan air banyak sepanjang siklus hidupnya,  sedangkan pada kenyataannya tanaman padi merupakan tanaman semusim yang tidak memerlukan air yang terlalu banyak dan menggenang sepanjang musim,  air dibutuhkan tanaman padi pada waktu-waktu tertentu seperti saat awal pertumbuhan,  saat pembentukan anakan, saat pembentukan bulir padi, saat masak fisiologis,  dan saat masak susu.

Tanaman padi merupakan jenis tanaman berakar serabut,  dengan panjang akar kurang lebih 15 cm.  Dengan sistem perakaran yabg demikian memungkinkan tanaman menjangkau air permukaan hingga batas olah tanah. Sehingga jika kondisi tanah pada kedalaman 15-20 cm masih terisi air tanaman padi masih dapat berproduksi optimal.

Pada lahan sawah tadah hujan di Desa Simpang Pematang,  Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten ini mempunyai struktur tanah podzolic merah kuning dengan tekstur tanah liat.  Kondisi seperti ini menyebabkan tanah pada saat musim kemarau tanah mengkerut dan saat penghujan tanah mengembang.  Hal ini menyebabkan tanaman padi sulit berkembang jika diusahakan pada saat musim gadu.  Solusi yang bisa diberikan adalah dengan mengairi lahan sawah atau pengaturan waktu tanam yang tepat.

Pada saat musim gadu hal yang sangat menentukan keberhasilan produksi adalah 1). ketepatan waktu tanam yaitu setelah musim 1 selesai segera lakukan olah tanah dan tanam menyesuaikan dengan ketersediaan air hujan yang masih ada, 2). Jenis atau varietas tahan kering seperti varietas cilamaya muncul,  kabir 07 dll.  3). Varietas unggul tahan hama dan penyakit seperti cilamaya muncul,  impara,  dll.

Pada pertanaman padi tahan kering ini utamanya saat air irigasi non teknis yang ada di lahan sawah Desa Simpang Pematang ini sudah tidak memenuhi kebutuhan tanaman akan air untuj pertumbuhan dan perkembangannya oleh karena itu erat kaitannya dengan ketepatan waktu tanam di akhir musim penghujan dan awal musim penghujan. Disamping itu tanaman tahan hama sangat penting diperhatikan sebab saat musim gadu ini kelemban nisbi udara sudah berkurang sehingga suhu menjadi hangat dan ini bertepatan dengan musim kawin dan berkembang biak bagi serangga-serangga pengganggu tanaman dan hewan pengerat lainnya.

Yang tidak kalah penting dan menjadi tantangan bagi petani yang tanam di musim gadu adalah hama burung,  serangan burung sangat tinggi saat musim gadu sebab pada bulan maret hingga agustus adalah waktu migrasi beberapa burung tropis sehingga akan banyak burung yang mencari makan dan merusak padi.  Untuk di Indonesia pada umumnya tunggu manuk atau menunggu burung menjadi solusi utama sampai saat ini.(Ari.W)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here