Budidaya Ayam Jowo Super (Joper) Pedaging

0
45
views

Permintaan akan daging ayam kampung dari waktu ke waktu cenderung semakin meningkat. Sementara di sisi lain jumlah pasokan masih sangat terbatas dan belum bisa mengimbanginya. Lambatnya pertumbuhan berat badan ayam kampung sehingga masa panen menjadi lebih lama menjadi salah satu kendala bagi peternak. Namun, saat ini kendala tersebut bisa terjawab dengan kehadiran ayam joper atau singkatan dari “jawa (baca : jowo) super”. Berbeda dengan ayam kampung biasa, yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 60 hari, ayam joper ini bisa dipanen lebih cepat yaitu pada umur 45 hari saja.

 

Ayam joper merupakan hasil perbaikan genetik dengan menggunakan metode grading up. Caranya, menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan ayam kampung. Berbagai ayam kampung dapat digunakan sebagai pejantan seperti : ayam pelung, ayam nunukan, ayam nagrak, ayam kedu, atau ayam lokal unggul lainnya. Dari persilangan tersebut didapatkan gabungan keunggulan masing-masing ayam. Diantaranya, pertumbuhannya cepat, memiliki kandungan gizi yang tinggi serta rasanya yang lezat.

Karakteristik dan tampilan ayam joper tidak jauh berbeda dengan ayam kampung pada umumnya. Yang membedakannya adalah: 1) Ayam joper jantan memiliki jengger yang besar dengan pial besar dan tegap, serta memiliki warna bulu bervariasi; 2) Warna telur ayam joper memiliki kerabang yang lebih coklat dibandingkan dengan telur ayam kampung biasa yang agak putih. Namun bentuknya tetap sama seperti layaknya telur ayam kampung biasa; 3) Ayam joper mempunyai masa panen lebih cepat. Umur 45 hari sudah siap dikonsumsi. Hal ini jauh berbeda dengan ayam kampung yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 2 bulan bahkan 2,5 bulan atau lebih.

Ayam joper umumnya memiliki warna dominan putih kuning, dan beberapa muncul warna abu, coklat dan hitam, lebih tahan penyakit sehingga mortalitas lebih rendah, serta suka berkokok dan bertengger. Uniknya ayam joper mampu bertelur terus menerus seperti ayam ras, namun tidak memiliki sifat mengeram. Yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam ini adalah : kandang, pakan, penanganan penyakit.

Kandang. Sebagai komponen penting, kondisi kandang harus baik dimulai dari pemilihan lokasi yang strategis tetapi jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan udara yang sesuai untuk ayam. Lingkungan yang baik dipengaruhi suhu udara dan kelembaban. Adanya sumber air merupakan hal yang sangat penting. Untuk kandang DOC perlu diberikan penghangat, agar DOC tidak kedinginan. Suhu kandang jangan terlalu panas, sekitar 30-32o C saja. Struktur, tata letak serta peralatan perkandangan yang baik juga hal yang penting. Jika ayam joper dipelihara dari DOC hingga panen dibedakan menjadi kandang pemeliharaan DOC dan kandang pembesaran.

Kandang DOC ayam joper, digunakan mulai umur 0-3 minggu. Kandang yang disediakan untuk DOC umumnya berbentuk box yang di dalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5-10 watt. Selain menggunakan baby box, DOC juga bisa dipelihara di kandang postal.

Kandang pembesaran ayam joper, tidak ada ukuran yang baku namun disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Pada umumnya ukuran kandang lebar 6-9 meter dan panjang 50-70 meter. Kapasitas sekitar 8 ekor/m² untuk ayam yang sudah siap panen. Perlu pengaturan agar ayam tetap dalam kondisi nyaman dan tidak berdesak-desakan. Semakin bertambah umur ayam maka dibutuhkan kandang yang lebih luas.

Pakan, tidak kalah penting untuk diperhatikan agar asupan nutrisi dan gizinya terpenuhi sehingga bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dengan masa pemeliharaan yang cukup singkat, ayam joper tidak membutuhkan banyak pakan. Kuantitas dan kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ayam joper. Saat melakukan pergantian pakan ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan kualitas pakan yang baru. Sebelum dan sesudah pergantian pakan juga berikan multivitamin seperti Vita Stress. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap bobot badan.

Beberapa jenis pakan ayam joper : 1) Pakan Jadi, yang dapat diberikan kepada ayam joper DOC. Hal ini karena pakan jadi mudah dicerna oleh anak ayam. Selain itu, pemberian pakan jadi juga bertujuan untuk meningkatkan nutrisi bagi ternak; 2) Dedak, merupakan by product dari proses penggilingan padi. Diberikan pada ternak karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Namun, pemberiannya perlu dibatasi yaitu yaitu 10-15% saja, karena mengandung serat kasar yang sulit dicerna; 3) Tepung onggok, yang berasal dari limbah olahan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan metabolismenya cukup tinggi, namun pemberiannya dibatasi hanya 5-10% saja; 4) Pollard, merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu. Cocok dijadikan bahan pakan ayam joper, namun harus dibatasi sekitar 5-10% saja. Meskipun kandungan energinya tergolong tinggi, tapi kandungan serat yang dimiliki dapat membuat ayam diare (mencret); 5) Jagung, merupakan biji-bijian yang disenangi ayam karena banyak mengandung karbohidrat. Pemberiannya disesuaikan dengan umur ayam dan bisa dalam bentuk utuh, jagung giling kasar ataupun jagung giling halus. Jagung berbentuk utuh bisa diberikan pada ayam joper yang sudah dewasa. Bentuk partikel terbaik yang diberikan ke ayam joper adalah berbentuk pelet. Disamping disukai karena bisa meningkatkan nafsu makan ayam juga efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan pakan bentuk tepung (mash). Selain pakan, air minum juga harus cukup tersedia atau ad libitum baik kuantitas maupun kualitasnya.

Kesehatan ayam, adalah satu hal sangat penting untuk dijaga baik sebelum ayam diserang penyakit maupun sesudahnya, antara lain dengan cara : 1) Menjaga kebersihan kandang dan peralatan, yang meliputi sanitasi dan desinfeksi. Terapkan pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang. Semprot kandang dan lingkungan sekitarnya setiap minimal dua kali seminggu dengan Medisep/Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Bersihkan dan buang feses yang menumpuk; 2) Isolasi ayam joper yang sakit, dengan memisahkannya sehingga penularan dapat diminimalkan terutama penyakit Coryza. Sedangkan ayam joper yang mati segera dikeluarkan dari kandang dan dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar; 3) Vaksinasi, yang bertujuan menggertak sistem kekebalan dalam tubuh guna menghasilkan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam joper lebih optimal.

 

Dikutip dari:pertanian.magelangkota.go.id/informasi/teknologi-pertanian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here